KORUPTOR LAWAN DOAKoruptor Lawan Doa, Kira2 seperti itu jika saya beri judul sendiri dari dialog yang saya alami ini. karena setiap interaksi dengan orang lain sebetulnya jika kita pahami strukturnya dan sadar berkomunikasi maka menjadi sebuah pembelajaran yang luar bisa, setidaknya bisa saling berbagi dan memunculkan sebuah jawaban yang bijaksana, meskipun sebelumnya jawaban  dari lawan bicara kita belum dapat kita keluarkan dari dalam pikiran kita.

Seperti apa yang saya alami dalam menyikapi sebuah pertanyaan dari salah satu rekan yang sebetulnya saya tidak ahli bahkan belum pernah melihat atau menangani kasus seperti ini, maka saya menyimpulkan sendiri kalau dialog saya paling cocok dengan sebutan komunikasi pembahasan Koruptor lawan Doa, selamat menikmati, heheheh……

Petakon          : Mas arafat ya….
Saya                : iya mas… ( dalam hatiku ) mbok pikir aku “wergul” ta….
Petakon          : Boleh sharing mas….
Saya                : Monggo mas…. ( dalam hatiku maneh… ibarat gak kiro bayar iki)
Petakon          : Apa tindakan mas Arafat terhadap para koruptor di negara ini, karena mas arafat kan seorang trainer dan juga praktisi pemberdayaan manusia….
Saya : (hatiku malah tambah crewet… “uwong iki mari nguntal sapiteng ta… isuk2 takon soal koruptor”)… Yang mas maksud koruptor tingkat pos kamling apa koruptor kelas bangunan istana?
Petakon          : apa bedanya mas koruptor tingkat pos kamling dg kelas istana?
Saya                : kalau kelas istana jelas.. mainnya halus sesuai jabatan dan targetnya milyaran sampai trilyunan dan tingkat pos kamling itu modelnya tipis2lah, yang intinya sama-sama makan uang yang bukan haknya… dan merugikan rakyat. ( cangkemku kok koyok petugas KPK yo..)
Petakon          : contoh,e gimana mas perbedaan antar kelas itu ????
Saya                : (uwong iki tambah suwi kok tambah endel seh)… kalau kelas istana itu yang sering dimuat di TV itu, kalau kelas pos kamling ya seperti makan uang BOS sekolahan, habiskan anggaran untuk kegiatan tapi kegiatannya cuma dokumentasi saja atau bahkan hanya buat spanduk kegiatan saja, termasuk melukis laporan keuangan yang tidak seimbang dengan apa yang dibelanjakan.HUBUNGI ARAFAT
Petakon : pertanyaan yang terakhir saya mas… jika mas arafat sudah paham itu, apa tindakan untuk mencegah mereka..???
Saya                : (asik ndang buyar).. Saya kan bukan pejabat dan tidak punya hak, dan juga bukan juru bicara KPK, tapi saya tetap membantu sebisa saya dalam proses pemberantasan itu, minimal mengurangi dan membuat sadar kepada koruptor kelas apapun.
Petakon          : Dengan Cara apa mas?
Saya                : ( oooo… clutak uwong iki, jare terakhir )… Cara saya sederhana mas.. saya rutin mengadakan acara bersama anak-anak yatim, baik itu jadi panitia acara santunan dari para dermawan atau sekedar kegiatan sosial memberikan motivasi atau outbound dengan mereka, di sela2 acara itu saya sisipkan doa bersama buat koruptor agar segera sadar dan tobat, pastinya ada salah satu doa anak-anak yatim itu yang dikabulkan.
Petakon          : Apakah kalau sudah didoakan oleh anak-anak yatim itu para koruptor kelas kakap dan kelas teri itu akan langsung sadar mas…??
Saya                : (rodok serius jawab,e soale wes kesel). Saya yakin kekuatan Doa itu ada, Kalau Doa anak-anak yatim itu sudah waktunya di kabulkan maka tidak akan ada yang bisa menghalangi, Urusan koruptor itu langsung sadar atau tidak, pastinya Semesta akan menyeleksi, Karena Cara semesta menyadarkan Manusia tidak akan langsung, Bisa lewat bangkrut dulu, atau sakit parah atau juga musibah pada keluarganya, yang tidak akan berhenti sampai manusianya benar2 sadar, terhadap apa yang dia lakukan selama ini.
Petakon          : Terima kasih Mas Arafat, atas jawabannya…
Saya                : ( Lak bener… gak bayar kan….)

Semoga Menjadi pembelajaran dan pengetahuan yang layak kita sampaikan dan membawa kebaikan kepada sahabat, rekan dan keluarga serta saudara-saudara kita.

Kunjungi Tips Cara Membebaskan Beban Pikiran